At least I tried

Kemarin-kemarin dapat pelajaran baru dari seseorang.

Tulisan ini sudah ada di draft dan baru ada waktu untuk menuliskannya hari ini. Hal yang gue pelajari tersebut, sekaligus menjadi "prinsip" gue dalam menjalani hidup untuk sekarang.

Lebih spesifiknya, dalam memaafkan diri gue.

Ketika menjalani kehidupan. Gue terinspirasi dari orang tersebut.

Setidaknya saya sudah mencoba; Sederhana, singkat, namun sangat bermakna.

Tentang berusaha

Se-kuat, se-optimis, dan se-keras apapun manusia berusaha, kadang hasil tak sesuai dengan kenyataan. Ini terkadang bisa diterima, dan pastinya terkadang tidak.

Entah usaha yang sudah kita kerahkan kurang maksimal, kurang berdoa, atau kurang apapun itu, biasanya, mau gak mau kita akan men-doktrin diri sendiri bahwa rencana tuhan pastilah yang terbaik ketika apa yang kita rencanakan tak sesuai harapan.

At least I tried.

Tentang memaafkan

Dan pasrahpun belum cukup.

Pasrah adalah tentang kita dengan tuhan. Dan judul tulisan ini, membuka mata gue untuk bisa berdamai dengan diri gue.

At least I tried.

Sebuah "doktrin" yang sempurna, untuk (bisa) memaafkan diri sendiri.

Tentang takdir

Gue selalu ingat wejangan tentang "Kita merencanakan, tuhan menentukan".

Terlebih, gue adalah orang yang percaya akan keberadaan tuhan.

Mari kita analogikan dalam membuat software.

Kita sudah merancang software sesempurna mungkin, scalable at any scale, secure, reliable, dan sebagainya. Namun apa yang terjadi? Ternyata masih ada kesalahan terhadap software yang sudah kita rancang. Ternyata masih ada celah yang tidak kita sadari, dsb.

Ada dua hal yang perlu kita sadari dari kasus diatas:

  1. There is no patch for human stupidity
  2. At least I tried

Untuk nomor 1, sudah jelas. Takdir yang tak bisa diubah.

Untuk nomor 2, mungkin kita tidak akan pernah menemui kesalahan bila kita belum pernah memulai & mencobanya.

Yang intinya, mulai aja dulu.

Kamu gak akan pernah mendapatkan hasil (apalagi umpan balik) bila tidak pernah mencoba/memulainya.

Jika berhasil, bersyukur. Terus ber-improvisasi.

Jika gagal, setidaknya kamu sudah mencoba.

Jarang-jarang gue nulis tulisan yang singkat, tapi setidaknya gue udah mencobanya.

Terima kasih telah membaca, khususnya untuk kamu.