Carpe diem

Carpe diem merupakan kata dari bahasa latin, yang terjemahannya kurang lebih adalah seize the day atau rebut hari ini.

Carpe diem merupakan kata dari bahasa latin, yang terjemahannya kurang lebih adalah seize the day atau rebut hari ini.

Kata tersebut sangat singkat, namun memiliki arti yang dalam.

Dan dampak yang sangat dalam.

Berdasarkan pemahaman gue, carpe diem seringkali digunakan untuk situasi yang berhubungan dengan kesempatan. Tentang pentingnya hari ini, tentang hari esok tidak akan datang. Tentang melakukan sesuatu yang sudah mantap, tanpa penundaan.

Yang singkatnya, jika kamu berencana untuk menulis hari ini, go write it. Sebenarnya klasik, tapi entah kenapa kata carpe diem ini bikin gue terus memikirkan kata tersebut. Gue merasa gue harus menulis tentang kata tersebut walau hanya singkat, dan gue rasa, gue harus melakukannya hari ini.

So here we are.

Di era modern, kata tersebut gambarannya mungkin sama seperti kata YOLO alias You Only Life Once. Meskipun sudah sering menerima "kata-kata bijak" seputar jangan menunda-nunda pekerjaan, carpe diem seperti gak mau hilang dari fikiran gue, yang mana, kalau gue berencana untuk melakukan/memulai sesuatu, kata tersebut pasti lewat difikiran gue.

Dan gue, harus menjawab pertanyaan seperti "Should I do that today?", dan harus bisa menjawab pertanyaan tersebut kalau ingin berhenti dibayangi kata carpe diem.

Dan kalau jawabannya "bukan hari ini", gue harus dapet jawaban kenapa gak harus hari ini.

Fuck, entah harus kesal atau bersyukur.

Jam ~02:00 WIB sudah diatas kasur, berencana untuk tidur dan kebetulan tubuh lumayan lelah. Sekarang jam 04:44 WIB ketika tulisan ini diketik, entah lo sama kayak gue atau enggak, setiap mau tidur pasti memikirkan sesuatu. Entah sesuatu apapun itu.

Dan dari jam 02:10-04:38 WIB, yang gue fikirkan adalah menulis tentang ini dan kata carpe diem. Setelah itu, terpaksa harus menyalakan lampu kamar lagi, membuka selimut & laptop untuk menulis tentang ini, karena gak dapat jawaban kenapa tulisan ini harus gue buat besok aja.

Kata tersebut gue dapet setelah menonton Dead Poets Society (1989) setelah dapat saran dari seorang teman. Film tersebut udah gak ada di Netflix, tapi ada di Amazon. But I believe you knew how to use Torrent :))

Dan dari situ, fikiran gue selalu dihantui dengan kata carpe diem. raih hari ini. kamu hanya hidup sekali. Entah sampai kapan.

Sekarang lumayan lega, fikiran tentang menulis ini datang ketika jam ~22:00, pas selesai ngopi sama anak-anak banten di taman sari. Belum ada fikiran yang menggambarkan what's next? untuk saat ini, semoga datangnya ketika sudah bangun tidur.

Kamu hanya hidup sekali, hiduplah yang berarti.

Terima kasih telah mampir, waktunya shubuhan lalu lanjut nganggur~