Keyboard untuk budak korporat

Memanjakan jari dengan US Workman-P Layout!

Keyboard untuk budak korporat

Sebagai seorang Programmer, kerjaan gue setiap hari pasti di depan layar dan yang mana dihabiskan dengan mengetik. Jika menggunakan aturan 9to5, anggap setiap workday menghabiskan 5 jam untuk mengetik tok.

Dulu pernah dapet insight seputar investasi (namun bukan tentang duit) yang mana dia (gue lupa dia siapa) ngebahas tentang kasur. Dalam 24 jam, waktu yang paling banyak dihabiskan oleh kita rata-rata adalah untuk tidur.

Jam tidur ideal rata-rata adalah 8 jam, sedangkan bekerja mungkin hanya memakan 5 jam sudah dipotong ishoma, gosip, dll.

Tapi, beberapa dari kita justru tidak terlalu mementingkan sesuatu yang sangat berperan dalam tidur: Kasur.

Kita rela menggunakan handphone yang tidak biasa, laptop yang tidak biasa, sepatu yang tidak biasa, namun dengan kasur yang biasa.

Yang padahal, kasur juga berperan dalam menentukan kualitas tidur. Siapa juga yang tidak senang tidur (dan bangun) di kasur yang nyaman?

Oke tapi kita tidak sedang membahas lebih dalam tentang kasur, melainkan tentang sebuah barang yang dipakai sehari-hari oleh para pekerja yang setiap harinya berurusan dengan komputer: Keyboard alias papan ketik.

Meskipun keyboard hanyalah sebuah alat, namun siapa sangka ternyata pegaruhnya juga sama pentingnya dengan peran kasur terhadap diri kita sebagai manusia?

Ergonomika

Gue sudah lama peduli dengan bidang studi ini, yang singkatnya adalah tentang interaksi manusia dengan elemen lain, sebagai contoh: komputer.

Bidang studi ini rata-rata fokus terhadap faktor kesehatan, sebagai contoh sederhana: Berdasarkan studi yang sudah dilakukan, untuk menatap layar komputer dengan baik, layar dan kepala harus blablabla dan posisi badan harus blablabla agar blablabla

Itu hanyalah contoh, silahkan cari sendiri lebih lanjut tentang itu karena gue bukanlah ahlinya.

Yang intinya, tujuan dari tulisan ini adalah tentang berbagi sedikit hasil pembelajaran gue tentang ergonomika khususnya terhadap sebuah alat bernama keyboard.

Apakah tulisan ini tentang mechanical keyboard? Tentu saja bukan.

Melainkan tentang bagaimana kita—khususnya gue—dalam mengetik.

QWERTY

Kita rata-rata sudah familiar dengan nama diatas, sebuah layout keyboard yang diawali dengan abjad tersebut di bagian atas di sisi kiri.

Penggunaan tata letak tersebut mungkin semakin populer ketika ponsel "cerdas" dan juga penggunaan layar sentuh sedang sangat naik mengingat sebelumnya kita menggunakan kobinasi angka untuk memilih sebuah huruf.

Yang mana, keyboard di perangkat layar sentuh adalah keyboard virtual yang menggunakan tata letak qwerty. Kita disini mungkin tidak akan membahas tentang sejarah lengkap nya karena itu tugasnya wikipedia, namun ada pertanyaan yang menarik disini: Mengapa QWERTY?

Dan juga, tidak sedikit yang bertanya tentang "Mengapa keyboard tidak ABCDEFGHI saja?"

Apakah termasuk anda juga?

Sejarah singkat

QWERTY dirancang dan dibuat pada tahun ~1870 oleh seorang penyunting dan pencetak surat kabar. Tata letak tersebut khususnya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada tata letak biasa (ABCDEFGHI...), dan yang paling kontras adalah untuk menyelesaikan masalah terkait "Kemacetan".

Gue kurang yakin letak masalah 'Kemacetan' tersebut dimana, mengingat pada tahun tersebut gue belum lahir dan beberapa tahun setelah gue lahir, mesin ketik sekarang sudah menggunakan tata letak QWERTY.

Sekarang 2020 yang berarti sudah ~150 tahun qwerty ada dan digunakan.

Jika kamu tertarik dengan sejarah tata letak tersebut, silahkan cari sendiri di mesin pencari kesayangan anda.

Oh iya, ada rumor juga tentang tata letak tersebut bahwasannya tata letak tersebut dirancang untuk memeperlambat laju penulis. Tapi rumor hanyalah rumor, terlebih kita belum ada yang sudah hidup pada sekitaran tahun tersebut kecuali kamu adalah seorang penjelajah waktu :))

Pertanyaan

Ingat kan kemungkinan umur qwerty itu berapa?

Bayangkan seperti, sekarang 2020 dan kamu masih menggunakan sprout core. Ini bukan tentang mengikuti hype train, melainkan tentang perubahan.

Segala sesuatu akan dan pasti berubah, pertanyaannya, mau (dan siapkah) kita untuk melakukannya? Silahkan tanyakan ke enterprise yang khususnya masih menggunakan tomcat.

Oke oke, jadi gini.

Ketika sudah nyaman, apapun yang ada di depan, sekalipun menawarkan janji surga, kita akan sulit untuk menerimanya. Karena sederhana: Sudah nyaman.

Ditambah ketika tidak menemui masalah terhadap apa yang sudah melekat dengan kita tersebut.

Kita tidak memiliki pilihan untuk memilih tata letak yang ingin kita gunakan.

Kurang lebih sama dengan kondisi seorang bayi yang dilahirkan dan langsung memeluk agama tertentu, yang mana kondisi tersebut biasa disebut dengan "by default" alias dari sananya.

Tapi kita memiliki hak untuk memilih, biasanya ketika meragukan sesuatu yang kita yakini by default tersebut.

Dan dalam konteks ini adalah tata letak keyboard.

Bagaimana jika kita menggunakan tata letak non-qwerty?

Perjananan dan pengalaman pribadi

Keyakinain gue mulai goyah ketika saat itu pergelangan tangan dan jari gue sering pegel dan linu, selama hampir seminggu. Yang gue pikirkan sebelumnya yaa biasa aja, seperti, "wajarlah kan ngetik tiap hari, toh?"

Semakin lama gue semakin gak nyaman, lalu mulai mencari-cari referensi sampai ketemulah tentang RSI atau Repetitive Strain Injury yang artinya cedera ketegangan berulang.

Karena gue tidak ingin membuat kondisi tersebut menjadi semakin memburuk, mulailah gue memikirkan kembali cara gue mengetik yang berdasarkan dari apa yang gue pelajari, ternyata berperan juga dalam RSI ini.

Touch Typing

Dari pertama konsep ini gue pelajari di sekolah dengan nama "mengetik 10 jari", sampai hari kemarin-kemarin gue selalu gagal dalam menerapkannya.

Touch typing ini sederhananya adalah kita mengetik tanpa melihat, alias dengan cara menyentuhnya. Entrypoint tangan kiri (telunjuk) berada di huruf F dan yang kanan berada di huruf J, jari lainnya tinggal mengikuti ke sisanya.

Untuk mengetik "Touch typing" menggunakan pendekatan tersebut, gue sangat mendapat kesulitan alias lebih gampang (dan cepat) tanpa melakukan touch typing sama sekali.

Tapi tujuan gue bukanlah tentang dapat mengetik dengan lebih cepat, melainkan menjadi lebih nyaman.

Jadi, gue memaksakan diri untuk serius mempelajari lagi tentang touch typing, dan terus stick dengan itu. So here I am.

Alternatif dari qwerty

Yang pertama gue lirik adalah Dvorak, sebuah versi lebih baiknya dari qwerty yang dipopulerkan pada tahun ~1936, yang mana ~66 tahun setelah qwerty populer.

Namun melihat tata letaknya yang terkesan "alien" gue megurungkan diri untuk menggunakannya.

Setelah dvorak, tata letak yang gue lirik adalah colemak. Melihat tata letaknya yang tidak aneh, terlebih letak huruf yang biasa digunakan sebagai "shortcut" tidak banyak berubah, gue memutuskan untuk mempelajari colemak pada 29 juli kemarin yang litereli bulan kemarin.

Colemak dirilis pada tahun ~2006, sebuah tahun yang menarik karena berada di abad 21 alias relatif masih tergolong modern.

Di awal-awal, sangat sulit.

Bener-bener perang pikiran.

Misal, untuk mengetik "function", otak gue tau jari gue harus kemana aja meski tanpa melihat ke keyboard sekalipun.

Tapi ternyata realita berbicara lain. Huruf "F" yang gue kenal dan hafal, ternyata huruf "T" di Colemak.

Disitu bagian yang paling sulitnya.

Terlebih gue pakai vim, dan mapping2 vim tidak dirancang untuk colemak.

Yaa meskipun gue menggunakan plugin untuk mempermudah hidup gue dengan beberapa tradeoff yang ada.

Workman Layout

Setelah beberapa minggu belajar colemak dengan menggunakan touch typing, ada beberapa hal yang menurut gue kurang oke di letak huruf yang antara lain H, W, I, D, dan L yang kurang cocok untuk ditempatkan disitu.

Lalu setelah mencari-cari alternatif colemak, ketemulah yang namanya Workman Layout, yang pada dasarnya adalah versi "lebih baik" nya dari colemak.

Keuntungannya, tata letaknya hampir serupa dengan colemak.

Kekurangannya, tata letaknya hampir serupa dengan colemak.

Butuh berhari-hari untuk move on dari huruf O, I, C, dan V yang mana di "swap" letaknya antara colemak dan workman layout.

Sejauh ini gue masih menggunakan workman layout (yang tipe programmer), dan sangat puas, itulah alasan mengapa gue menulis tentang ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang workman layout (berikut dengan apa yang dia tawarkan), silahkan bisa cek di situsnya disini.

Muscle Memory

Ketika melakukan touch typing, hal utama yang harus dilakukan adalah jangan memikirkan kamu harus memencet key yang mana.

Melainkan, biarkan ototmu yang melakukannya.

Atau yang biasa disebut dengan muscle memory.

Di aktivitas selain mengetik, muscle memory bekerja juga di aktivitas bersepeda, bermain gitar, berenang, dll.

Muscle memory juga tentang kebiasaan, yang berarti harus terus diasah, Lihat bagaimana seorang pemain gitar dapat memainkannya menjadi lebih baik dan keren karena dia terus berlatih.

Bisakah dia menjelaskan bagaimana dia bermain gitar? Atau yang lebih spesifik: bermain gitar yang memiliki hasil yang berbeda dengan yang lain?

Dalam konteks pengetikan, hasilnya adalah akurasi dan mobilitas. Semakin terus dilatih, maka semakin akurat dan cepat dalam mengetik!

Tambahan

Sebagai seorang programmer, gue sering berhadapan dengan simbol, maka dari itu gue menggunakan Workman Layout yang variasi programmer karena dia nge-wap angka menjadi simbol (jadi untuk mengetik angka, gue harus sambil menekan tombol shift)

Dan juga, menggunakan keyboard bawaan mac (mba 2015) sedikit painful karena dia harus benar-benar ditekan tombolnya. Menggunakan/membeli keyboard external (khususnya mechanical keyboard) sepertinya menjadi investasi yang menarik untuk menyelasaikan masalah tersebut (bila ada)

Gue sendiri menggunakan keychron k2 yang beruntungnya adalah hadiah dari bos besar gue pas ultah kemarin!

Penutup

Menggunakan Workman Layout (itulah alasan gue memberi judul tulisannya begitu) benar-benar keputusan yang gue syukuri di tahun 2020 yang holyshit ini.

Dan gue rasa—sebagai pengguna Workman Layout yang senang—orang-orang yang baca blog ini bisa mempertimbangkan untuk berpindah juga!

Jika mengutip sedikit dari situsnya Workman Layout, yang dijanjikan oleh dia antara lain:

Pros

  • It’s different from QWERTY
  • Comfortable, ergonomic, and efficient — frequent keys are placed within the natural range of motion of the fingers
  • Reduced lateral movement of the fingers and wrists
  • Very, very low overall finger travel
  • Reduced load on the right pinky compared to Dvorak and Colemak
  • More balanced left and right hand usage compared to Dvorak and Colemak
  • High same hand utilization and plenty of easy combos
  • Common English bigrams are easy to type
  • ZXCV shortcuts are still accessible with one hand
  • Capslock is Backspace (Linux only)
  • Shift+Capslock is Escape (Linux only)
  • Only 21 characters are different from QWERTY as opposed to 31 for Dvorak
  • Not as intimidating or “alien” looking as other alternatives
  • Available for Windows, Mac OS, and Linux

Cons

  • It’s different from QWERTY
  • C and V shortcuts are slightly shifted to the right and needs a little getting used to
  • 21 letters are moved compared to Colemak’s 17
  • Left ring finger has slightly higher load compared to QWERTY, Dvorak, and Colemak.

Yang gue harapkan dari transisi ini adalah agar dapat mengetik dengan lebih nyaman melalui pendekatan penggunaan touch typing dengan tata letak Workman Layout.

Jika kamu tertarik untuk belajar menggunakan membiasakan menggunakan Workman Layout, kamu bisa menggunakan situs ini yang mana sangat gue rekomendasikan, silahkan matikan uBlock Origin mu khusus untuk situs tersebut, for respect.

Dalam membiasakan penggunaan tata letak non-qwerty, klo pake cara gue, diawal yang harus gue fokuskan adalah (otot) gue harus mengingat letak huruf anu ada dimana dulu, dan setelah oke, baru fokus di akurasi dan kecepatan.

Sebagai penutup, menggunakan tata letak non-qwerty hanyalah salahsatu faktor kecil terkait ergonomika, tentang bagaimana kita berinteraksi dengan keyboard.

Dan ternyata sangat menyenangkan dan nyaman menggunkan tata letak baru ini!

Tulisan disini diketik menggunakan tata letak Workman Layout, dan ya, seneng banget gue mengetik huruf-huruf yang ada disini menggunakan tata letak ini!