Mengenal diri sendiri

Karena krisis identitas itu enggak keren

Mengenal diri sendiri

Pasti setiap orang pernah mendengar seputar "Tak kenal maka tak sayang", pertanyaan nya, bagaimana bila ternyata kita bahkan tidak kenal dengan diri sendiri?

Istilah krisis identitas dipopulerkan oleh Erik Erikson yang mana seorang psikolog dan psikoanalis dari Jerman yang tentunya informasi tersebut tidak penting-penting amat untuk kita ketahui.

Jika dipikir-pikir, krisis identitas bukanlah masalah yang sederhana mengingat sampai dibuat teori psikososial tentang kepribadian oleh mas Erik, yang mana di tahap kelima (dari 8 tahap) menjelaskan tentang Identitas vs. Kekacauan Identitas.

Tapi Fariz bukanlah seorang Psikolog, sepertinya bukan kapasitas si Fariz untuk membicarakan seputar teori terkait Psikologi. Jadi, mari kita bicarakan topik ini menggunakan kacamata Fariz dan berdasarkan pengalaman yang dialami oleh si Fariz.

Anggap paragraf sebelumnya sebagai pembuka saja agar si Fariz terlihat sedikit pintar & santun, sekarang, mari kita bahas lebih dalam.

Siapa saya? Sebuah trailer

Setiap orang pasti memiliki nama, sudah pasti. Nama sebenarnya hanya sebatas panggilan—meskipun ada beberapa yang menjadikannya sebagai doa—bukan sebagai identitas.

Anggap lo sedang memulai pembicaraan dengan gue, biasanya hal pertama yang disebutkan adalah "Halo, nama gue Anu". Dan mungkin dilanjutkan dengan kuliah/kerja dimana, ngambil jurusan/sebagai apa, asal dari mana, bumi datar apa bulat, dan sebagainya.

Yang mana, itu bukanlah identitas yang menjelaskan siapa diri lo.

Bukan cuma lo yang kuliah di unikom, bukan cuma lo yang kerja di pornhub, dan bukan cuma lo yang percaya bumi itu datar. Lo ga unik, sedangkan identitas berkaitan dengan diri sendiri yang pastinya memiliki entropi yang besar.

Gambaran diatas hanyalah contoh untuk yang siapa tau belum bisa membedakan apa itu identitas & apa itu... ehm, resume? Anggap gambaran diatas sebatas trailer untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri lo.

Pentingnya mengetahui diri sendiri tidak hanya berguna untuk diri lo sendiri, tapi untuk orang lain juga. Silahkan tanya ke orang tua yang tidak mengenal anak nya dengan dalam, ke manager yang hanya mengenal anggota tim nya sebatas melihat profile LinkedIn, dan orang lain yang hanya melihat diri kita dari IG Stories.

Siapa saya? Sebuah kepribadian

Hal fundamental dari manusia adalah pikiran, kamu harus berpikir seputar dirimu terlebih dahulu untuk mengetahui siapa dirimu tersebut.

Jika merasa sulit & abstrak, tenang, kamu bisa menggunakan media berbentuk tes yang salah satunya adalah 16 Personalities yang harusnya sudah kamu ketahui/dengar.

16 Personalities adalah sebuah tes tentang kepribadiaan, yang mana kamu akan mendapatkan "tipe kepribadian" kamu berdasarkan hasil jawaban pemikiran yang sudah kamu jawab dari pertanyaan-pertanyaan yang ada.

Tes tersebut bukanlah CPNS, jadi kamu tidak perlu khawatir akan jawaban salah/benar, apalagi sampai mencontek dari jawaban di Brainly.

Misal, hasil dari tes kamu adalah ENFJ, seorang Protagonis. Nanti kamu bisa mengetahui apa kelemahan & kelebihan kamu, bagaimana tipe hubungan asmara mu, cara menjalin pertemanan, mengasuh, jalur karir yang oke ditempuh, dan sebagainya.

Dari situ, kamu bisa menjadikan tipe kepribadian kamu tersebut sebagai pegangan untuk terus memperdalam siapa dirimu ini sebenarnya.

Apakah manusia atau selama ini ternyata kamu adalah alien?

Siapa saya? Sebuah hobi

Setiap orang memiliki hobi, sekalipun yang hobi nya hanyalah tidur.

Hobi adalah tentang menyukai apa yang dilakukan, termasuk bila sangat suka dengan tidur. Hobi adalah sesuatu yang apapun halangan & rintangan yang ada, kita ingin melakukannya, dengan senang hati.

Gue enggak tau teknis nya gimana hobi ini bisa terbentuk, yang gue tau, bisa berawal dari rasa penasaran, ter-inspirasi dari orang lain, atau bisa karena awal nya iseng-iseng aja terus jadinya ketagihan.

Dari hobi, kita bisa mengenal lebih dekat dengan diri kita. Wah ternyata saya orang nya suka dengan tantangan, wah ternyata saya orang nya boros, wah ternyata saya suka meong, dan sebagainya.

Tapi hobi hanyalah sebatas hobi.

Setidaknya, jika kamu misalnya hobi mendaki, saya bisa tau kalau kamu tipe orang yang suka dengan tantangan & berani mencoba sesuatu yang baru.

Begitupula kepada kamu, jika selama ini kamu tidak menyadarinya.

Ataupun tidak mengakuinya.

Siapa saya? Sebuah misi

Tidak tanpa alasan mengapa kita dilahirkan ke dunia ini.

Kita, terima atau tidak, pasti memiliki misi dalam hidup kita. Membahagiakan orang tua, kah? Membahagiakan diri sendiri, kah? Menjadi tajir melintir, kah? Memberantas korupsi dan antek-antek kapitalis, kah?

Apapun.

Misi tidak hanya yang bersifat panjang, misi sependek besok harus bangun jam 9 pagi karena ada wawancara pun termasuk misi.

Tapi dalam konteks ini, setidaknya kita harus memiliki misi untuk jangka panjang sekalipun hanya satu.

Pernah mendapatkan pertanyaan klasik dari HRD seperti Bagaimana kamu melihat dirimu 5 tahun kedepan? Jawaban pastinya bervariasi, entah dijawab dengan menganggur, menjadi principal, mengakuisisi perusahaan, dan sebagainya.

Yang setidaknya, kamu sudah memiliki rencana jangka panjang. Sebuah misi yang harus dilakukan, terlepas berhasil atau gagal.

Kamu—dengan sudah mengetahui kepribadian, kapasitas, dan hobi—harusnya bisa menjawab pertanyaan tersebut. Tapi yang tadi bertanya adalah HRD, yang mana berkaitan dengan pekerjaan.

Sekarang, bagaimana bila yang bertanya adalah dirimu sendiri?

Bagaimana kamu melihat dirimu 5 tahun kedepan?

Mengenal Diri Sendiri, sebuah cara

Setiap orang pasti ingin dirinya terus menjadi lebih baik, tidak sedikit yang biasanya membuat rekapitulasi dan resolusi untuk menentukan bagaimana menjalani tahun yang baru dengan kepribadiaan yang baru.

Hal yang paling mudah menurut gue untuk mengenal diri sendiri lebih dalam salah satunya adalah dengan menulis jurnal.

Bukan IG Stories.

Di jurnal, biasanya kita akan menulis tentang apa yang kita lakukan pada saat itu, perasaan yang dirasakan, apa yang disenangi & dibenci, dan tidak jarang menulis retrospektif sebagai acuan untuk bisa terus berkembang dari hari ke hari.

Lalu hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat Personal Knowledge, bisa dalam bentuk mindmap, Wiki ataupun berbentuk notebook.

Dari situ kita bisa mengetahui misal wah ternyata aku tertarik dengan gaya hidup minimalis, wah ternyata saya senang dengan hal yang berkaitan dengan budaya Jepang, wah ternyata suka dengan menulis. Dan sebagainya.

Setiap orang pasti memiliki cara nya sendiri-sendiri, kalau cara gue salah satunya adalah dengan menulis blog. Gue biasanya menulis tentang hal-hal yang gue senangi, yang gue pantas untuk diberikan perhatian, hal-hal yang habis gue pelajari, dan termasuk membuat otobiografi yang tidak semua orang bisa lihat untuk saat ini.

Krisis Identitas, sebuah dampak

3 hal di bagian "Siapa?" diatas termasuk dampak dari krisis identitas. Jadi, jika misalnya kamu mempertanyakan diri sendiri "siapa saya?", kamu bisa jawab diri kamu sendiri dengan jawaban "siapa saya dalam konteks mana dulu nih?".

Selain mempertanyakan siapa diri kamu, dampak lain juga yang kemungkinan terjadi antara lain konflik pribadi yang tidak sepele, mempertanyakan esensi dari hidup, bahkan bisa berujung depresi.

Yang tentu saja 3 dampak tersebut diambil dari pengalaman pribadi, hahaha cheers you're not alone!

Nah daripada-daripada, mendingan mendingan.

Tulisan ini adalah salah satu dari hasil obrolan bersama temen kost gue tadi siang, dan karena menurut gue apa yang gue pikirkan ini layak untuk dibagikan dengan orang lain juga, jadi, ya, here we are.

Mengenal diri sendiri sebenarnya bukanlah hal yang sangat sulit, asalkan ada niat, alasan, dan motivasi tentang mengapa harus mengenal diri sendiri.

Setiap orang memiliki kapasitas, kapabilitas dan kepribadian yang berbeda-beda, jika kamu sendiri saja tidak mengetahui milikmu, bagaimana caranya bisa mengetahui & mengerti yang milik orang lain?

Sebagai penutup, silahkan buka vim teks editor atau ambil secarik kertas. Tulis tentang siapa dirimu, apa yang kamu minati, apa yang kamu senangi & benci, apa yang ingin kamu capai dan bagaimana kamu ingin terlihat nanti ketika 5 tahun mendatang.

Jika kamu bisa menulis nya, mungkin kamu sudah mengetahui sedikit tentang dirimu sendiri?

Atau, selama ini kamu hanya ragu dengan diri sendiri?

Itu urusan lain, masih banyak pertanyaan lain yang bisa ditanyakan. Setidaknya pertanyaan tentang diri sendiri bisa dijadikan pertanyaan penutup untuk hari ini.

Sekarang, giliranku untuk beristirahat untuk menjalani hari esok yang penuh dengan ketidakpastian. Tapi setidaknya aku sudah memiliki misi untuk hari esok, semoga masih diberi kesempatan untuk hidup dan menjalankan misi tersebut!

Terima kasih.