Perubahan kecil membantu

Karena perubahan adalah perubahan.

Perubahan kecil membantu

Sebelumnya pernah membaca tulisannya DHH yang berjudul Every little bit helps, tulisan ini gambarannya hampir sama seperti itu namun lebih spesifik ke konteks gue.

Berubah bukanlah hal yang mudah, setiap orang ingin berubah. Mari kita lihat ke dunia kerja, jika kamu seorang software engineer atau bekerja di perusahaan teknologi, kamu akan familiar dengan Scrum. Di Scrum, kamu akan menemukan istilah-istilah seperti Sprint, Backlog, Story, Issue, Epic, dsb.

Mari kita fokus ke issue & epic, pada dasarnya epic adalah kumpulan issue. Epic adalah sesuatu yang sifatnya meluas, yang terlalu general. Membuat fitur login menggunakan GitHub adalah epic, issue-issue nya mungkin seperti membuat API endpoint, membuat integrasi dengan GitHub oauth, menulis unit & integration test, dsb.

Yang ingin gue fokuskan adalah dibagian ini: Epic.

Anggap epic adalah goals kamu yang sifatnya besar, misal: Berhenti merokok. Tentu bila kita mengerjakan epic (tanpa dipecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil), progress nya akan sulit. Effortnya (terasa) besar, dsb. Bayangkan bila kita pecah menjadi bagian yang lebih kecil:

  • Kurangi konsumsi rokok dari sehari 16 menjadi 10 batang
  • Kurangi hal-hal yang sifatnya bisa menyebabkan kita merokok
  • Kurangi nongkrong yang menyebabkan merokok lebih banyak

Jika kita lihat pola diatas, kuncinya ada satu: Mengurangi. Yang sebenarnya, mengurangipun masih bisa disebut epic karena cakupan & effort nya masih luas. Maka dari itu kita memecah "mengurangi" tersebut menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

Konsisten?

Konsisten merupakan sesuatu yang sering "diagung-agungkan" terlebih bila terkait dengan suatu "perubahan". Konsisten merupakan hal yang baik, namun bila sadar, konsisten merupakan suatu epic.

Dan yang sering menjadi "nyinyiran" jika memang kamu peduli dengan nyinyiran orang lain.

Gini, yang ingin berubah adalah kamu. Apa kontribusinya orang lain dengan "perubahan" yang sedang kamu lakukan sehingga kamu mendengarkan suara mereka?

Ada sesuatu yang mungkin tidak orang sadari, dan pastinya yang tidak orang pahami. Apakah sesuatu itu? Baca kembali judul tulisan ini.

Tiny wins

Ada data di Internet yang menyebutkan bahwa 1 batang rokok sama dengan mengurangi hidup sebanyak 11 menit. Bayangkan ketika kamu mengurangi porsi merokokmu, dari yang sehari 16 batang (yang berarti ~3 jam) menjadi sehari 10 batang 10 (yang berarti ~2 jam).

Dengan mengurangi saja, kamu sudah menyimpan jatah hidupmu selama 1 jam per-hari.

Itu namanya adalah Tiny Wins, seringkali kita hanya "mengapresiasi" perubahan besar sampai kita lupa bahwa perubahan-perubahan kecil patut untuk diapresiasi dan memiliki dampak.

Persetan dengan omongan orang lain yang bilang bahwa kamu tidak konsisten, yang penting, setiap perubahan pasti memiliki dampaknya entah kecil atau besar. Di tulisan ini, per 03 Desember 2018, Bandung menghasilkan sampah plastik 160 ton setiap harinya. Beda lagi dengan Jakarta yang angkanya mencapai 1000 ton per-hari. 1000 ton, per-hari (per 22 Juli 2019, sumber).

Sedangkan, sampah plastik sangat sulit untuk terurai. Berdasarkan infografis disini, botol plastik (walau tidak semua) membutuhkan waktu sekitar 100 tahun untuk bisa terurai. 100 tahun.

Dengan mengurangi penggunaan botol plastik saja (misal dengan menggunakan botol tumblr), kamu sudah berpartisipasi untuk mengurangi bertumpuknya botol plastik untuk 10-90 tahun kedepan.

Terasa dampaknya? Jelas tidak, itu hanya perubahan yang kecil. Sangat kecil. Namun, bila kamu mengapresiasi perubahan-perubahan kecil, kamu harusnya bisa bangga. Kamu bangga mengurangi partisipasi sampah botol plastik terhadap lingkungan.

Bumi akan berterima kasih kepadamu jika dia bisa berkata.

Gambaran lagi

Tidak masalah hari ini kamu uninstall Instagram demi alasan produktif dan lusanya kamu meng-install nya lagi. Jika kamu menghabiskan waktu di Instagram 4 jam sehari, kamu sudah menghemat waktumu selama 8 jam yang waktu tersebut bisa dialokasikan ke kegiatan lain selain hanya scroll-dan-scroll.

Kamu buat story untuk dia, dia online, tapi tidak melihat story kamu. Kamu tidak dapat apa-apa, sedangkan zuck dapat duit. Kasian.

Bayangkan 8 jam tersebut kamu gunakan untuk membaca tulisan-tulisan bermanfaat, menulis tulisan yang sekiranya bermanfaat untuk orang lain, zuck tidak dapat apa-apa sedangkan kamu (dan pembaca kamu) mendapat pengetahuan baru.

Walau hanya 2 hari, perubahan tetaplah perubahan. Jarimu akan berterima kasih karena tidak menghabiskan 8 jam hanya untuk scrolling instagram yang manfaatnya enggak terlalu jelas.

Influence other

Gue sejujurnya enggak pernah peduli dengan pandangan orang lain terhadap diri gue. Apa partisipasinya mereka terhadap diri gue? Ngasih gue duit tiap hari, emang?

Gue nulis tentang berhenti main Instagram, main Twitter, dsb. Ya karena gue berhenti saat itu juga, masalah besok atau lusa main lagi sih bukan masalah gue apalagi masalah lo, kan? Yang penting gue udah mengalokasikan beberapa jam gue ke sesuatu yang lebih bermanfaat daripada cuma dipakai untuk scrolling sosial media.

Kalau orang lain juga mengikuti, ya mengapa tidak? Bukankah melakukan hal yang baik itu baik? Ambil yang baiknya, buang yang buruknya. Gue udah lama enggak pernah beli botol plastik lagi; Ngopi selalu di tumblr, enggak pakai sedotan meskipun sedotan starbak dari kertas, udah mengurangi penggunaan kantong plastik klo belanja di indiemaret, dsb.

Udah jarang naik kendaraan bermotor sendiri, selalu mengutamakan berjalan kaki karena why not, dsb. Apakah dampaknya terasa untuk diri gue; Lingkungan, dsb? Jelas tidak, tapi ada kebanggaan sendiri.

Gue bangga mengurangi penggunaan plastik, gue bangga menggunakan barang-barang daur ulang, gue bangga berjalan kaki, gue bangga bisa enggak main Instagram selama seminggu. Dsb.

Bangga kepada siapa gue? Kepada diri sendiri. Kepada entitas yang terkait. Kepada bumi, kepada lingkungan, kepada udara. Enggak masalah (ok ini masalah) meskipun gue merokok, setidaknya gue enggak menambah masalah lainnya dengan menggunakan plastik contohnya.

Lakukan, bagikan, ajak orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung. Enggak usah ngomongin tentang konsistensi, tentang omongan orang lain, dsb. Semuanya butuh proses, mie instant yang instant aja harus dimasak. Edukasi orang lain seputar ini bila memang mereka belum mengerti tentang ini.

Kamu, orang lain, dan semua yang terlibat akan berterima kasih kepadamu.

Perubahan tetaplah perubahan, kecil ataupun besar tetaplah memiliki dampak.

Yang enggak berdampak itu, yang cuma bacot doang, nyinyirin doang, tapi gak ada usaha sedikitpun meskipun hanya sebatas mengarahkan.

Ditulis oleh Fariz di Bandung, bukan seorang pencinta lingkungan; Seorang perokok, tapi peduli dengan perubahan-perubahan kecil. Lingkungan tidak perlu dicintai, yang perlu dilakukan adalah menjaga dan merawatnya.

Sama seperti kamu mencintai seseorang, alih-alih dicintai balik, malah dikecewakan. Beda dengan kamu menjaga & merawat seseorang, ketika yang kamu harapkan bukanlah dicintai balik, melainkan hanya untuk memastikan bahwa dia aman dan terjaga. Cinta tak terbalas berujung kecewa, beda dengan hanya sekedar menjaga & merawat. Usahamu bukan distir karena cinta, melainkan karena peduli.

Selamat berubah, dalam hal apapun itu selagi positif.

Terima kasih telah membaca. Diskusi disini.