Recap for September 2019

What did I do in September 2019?

Recap for September 2019

Sudah hampir 3 bulan sudah tidak menulis rekapitulasi terhadap hidup gue, sebuah retrospektif. Sebuah muhasabah.

Alasan singkatnya karena 3 bulan tersebut lagi sibuk-sibuknya, sampai seperti tidak ada waktu untuk menulis rekapitulasi. Karena sekarang sudah lumayan senggang, so here we go.

Background

Jika sebelumnya gue langsung berbagi tentang apa yang gagal dan berhasil gue lakuin, khusus ditulisan ini, gue akan bahas tentang "latar belakang" di 3 bulan tersebut. Apa yang terjadi dibalik layar pada 3 bulan tersebut, Juli; Agustus, dan September.

Juli

Dibulan ini gue diberi amanat untuk menjadi Principal Engineer di salah satu perusahaan di Jakarta Selatan. Perusahaan tersebut sedang melakukan proses "digitalisasi" terhadap bisnis mereka. Menjadi principal engineer karena gue adalah satu-satunya engineer yang ada disana.

Beban kerja enggak terlalu berat, membuat beberapa software dan mendesain arsitektur & infrastruktur yang relatif udah pernah gue alamin. Kerja remote dari Bandung, namun sekian minggu harus ke Jakarta untuk meeting.

Sepertinya di bulan Juli ini kesibukan cuma jadi principal itu, bayangin betapa sibuknya jadi engineer satu-satunya yang ngedesain & mengembangkan dari 0 sampai 1 nya sebuah software sendiri. Walau gue selalu berusaha untuk tetap terlihat nganggur haha.

Agustus

Dibulan Agustus, umur gue genap menjadi 22. Masih ada waktu 3 tahun lagi sebelum merasakan quarter-life crisis. Bulan Agustus adalah puncaknya gue sibuk sekaligus menjadi boring karena perusahaan yang belum berhasil dapet engineer lain untuk join ke team.

Bulan Agustus seperti biasa, menghabiskan waktu di Bandung-Jakarta. "Perayaan" ulang tahun pun sederhana, cuma ngopi-ngopi santai aja di Starbucks Dipatiukur bareng temen-temen yang memang sangat dekat dengan gue.

Dibulan ini, banyak waktu tersita hanya untuk kerja; Kerja, kerja. Demi duit, tanpa dampak secara langsung.

September

Dibulan September, gue memberanikan diri untuk mengajukan resign. Dengan catatan, semua sistem sudah stabil; Sudah dirancang scalable (In scaling & adding features context, app-level), sudah didokumentasi rapih, kode sudah di test, dsb.

Tantangan ke perusahaan, mereka harus nyari orang Frontend; Backend, dan DevOps jika ingin menggantikan gue haha. Atau jalan singkatnya, cari Fullstack yang setidaknya ngerti DevOps.

Gue ngeyakinin mereka kalo software ini sangat stabil untuk 1-1.5 tahun kedepan, dengan catatan, fitur-fitur tambahan yang tidak dirancang untuk Q1 dilakukan di Q2. Jadi gue sarankan untuk fokus di marketing dan bizdev ditahun ini, karena dari sisi aplikasi (alias engineering) sudah relatif stabil dan sudah sesuai dengan requirements.

Mereka OK, karena alasan gue salah satunya adalah karena ingin menyelesaikan kuliah (my biggest bullshit but always works!). Lalu gue menawarkan on-call selama 3 bulan (sampai Desember), dan Alhamdulillah sampai hari ini belum dikontak hal-hal urgent terkait aplikasi, dan terakhir gue liat mereka sudah bergerak disisi marketing & bizdev nya.


Begitulah kira-kira kenapa gue kek sibuk banget 3 bulan ini, dan enggak usah ngayal kalo bakal work-life balance haha. Sebagai bentuk "refreshing", di bulan Agustus akhir gue berangkat ke kota yang jadi favorit gue—Yogyakarta—sekaligus untuk mempersiapkan diri untuk mengajukan resign.

Berat banget sih, gaji lumayan banget (my first 2 digit!); Gaya hidup Bandung, tiap ke ATM ambil duit gak pernah cek saldo, tiap gajian selalu mikir klo ini bisa buat hidup dua bulan (meskipun tiap hari party), dsb. Udah nyaman banget.

Dan sekarang, gue kembali ke kehidupan awal lagi. Di bulan ini (Oktober), hidup gue murni dari sisa gaji gue dari bulan sebelumnya. Terpaksa harus ngurangin gaya hidup yang sebelumnya siang ngopi di sbux malam di upnormal, jadi di upnormal aja dari sore ke malam 😂

Tapi gak apa-apa, gue senang dengan tantangan. Hidup naik-turun gini membuat mental gue semakin kuat, menjadi sudah terbiasa dengan kondisi kehidupan yang berubah secara signifikan, menjadi bisa hidup diberbagai kondisi.

So, here we go. Beginilah rekapitulasi gue pada bulan September.

What I've failed?

Pada bulan Juni, gue berencana untuk memulai kembali projek Nadya. Ternyata, ada hal yang tidak terencana, yakni dapat tawaran jadi PE itu. Alhasil, project tersebut terbengkalai (lagi).

Gue sampai memikirkan ulang tentang bagaimana project Nadya nantinya? Apakah tetap ingin menjadi Personal Financial Tracker aja, atau diubah?

Lalu kepikiran untuk langsung menerapkan project Nadya v2, yakni sebuah "Personal Dashboard". Jika v1 tentang subscription management, v1.x tentang personal financial tracker, di v2 adalah tentang menjadi personal dashboard. Semua hal yang terkait dengan kehidupan akan ada di Nadya.

Data keuangan, data psikologis, dsb akan bisa ditrack di Nadya secara manual tanpa perlu khawatir dengan privasi. Disitu lo bisa tracking goals lo, bisa tracking milestone, dsb.

Tapi gue masih mempertimbangkan ini, semoga dapat jalan keluarnya.

What did I done?

Enggak banyak, dan sedikit random. Tapi tetap, akan gue bagikan. Because this is my blog lur.

In rebranding

Dari yang sebelumnya 108kb, menjadi faultable. Seperti biasa, dengan membeli domain baru. Sekarang, semua akun internet gue dibawah username faultable, yang artinya selain itu berarti bukan gue.

Meskipun di Instagram gue bukan faultable, tapi gue tetap membiarkan username gue farizrizaldyy di Instagram, karena enggak ada personal brandingnya di Instagram. Murni hanya untuk menyimpan kenangan, dan berbagi hal-hal sampah & random di story.

Biasanya, gue ganti username setiap resign haha. Dari filosofikode, pas resign dari KK jadi 108kb. Pas resign dari tempat sebelumnya, jadi faultable. Dsb. Tapi gue akan tetap menggunakan faultable sampai akhir hayat internet, ingatkan aku, ya.

Proses rebranding ini enggak gue "ramein", alias, yaudah lah yang tau blog baru gue, ya yaudah. Enggak gue paksa untuk harus tau, gitu.

In using internet

Sekarang, setiap di public Wi-Fi gue menggunakan Tor Browser because why not. Gue bukan kriminal ya, apalagi DPO, tapi gue merasa nyaman aja dengan pilihan gue ini.

Kecuali, public Wi-Fi yang ada membolehkan gue mengguakan DNSCrypt. Sejauh ini, baik di sbux ataupun upno, enggak membolehkan gue menggunakan DNSCrypt. Gue dipaksa menggunakan DNS server yang mereka kasih atau enggak bakal bisa akses internet sebagai drawbacks nya.

Alias, aktifitas internet gue akan lewat DNS mereka meskipun data yang ditransmisi dalam bentuk ter-enkripsi sekalipun. Ok, data URL mungkin dalam bentuk raw, tapi gini, pertanyaannya seperti, kenapa lo harus tau situs apa aja sih yang gue kunjungi?

Gue bukan insecure ya, tapi gue gak suka aja gitu sama yang kek gini. Siapa sih yang suka di kepo in? Gue kalo pakai internet rumahpun pakai Firefox biasa kok, dengan catatan menggunakan DNSCrypt :))

Juga, gue beralih dari search engine Google ke Duckduckgo. Awal-awal merasa beda, merasa relevansinya jauh banget dari Google. Tapi gak apa-apa, semakin banyak query yang dilakukan ke DDG, maka semakin relevan juga nanti hasil querynya.

Untuk masalah ini, nanti akan gue bahas ditulisan khusus.

In personal management

Sekarang, gue mulai membuat TODO list. Wtf. Hidup gue diatur-diatur!

Kenapa buat TODO list? Entah kenapa sekarang gue gampang lupa anjir. Serius. Bahkan sampai ngirim laundry pun harus gue buat todo list atau akan terus tertunda sampai seminggu.

Klo sifatnya bukan untuk hari ini atau esok, gue pakainya Reminder. Misal, "ngehadirin wisuda X 29 oktober" aja harus gue buat remindernya karena pasti gue bakal lupa, entah karena kesibukan atau lain hal gak tau dah.

Ini kira-kira gambaran todo list gue, gue pakai aplikasi Bear.app aja, soalnya ini murni hanya untuk TODO list, bukan (sekaligus) menganalisa "proudktifitas".

Aplikasi Bear khusus untuk membuat catatan, tapi support bikin TODO juga. Dengan tag #today, gue bisa memfilter apa aja yang harus gue lakukan khusus pada hari itu.

Lihat, beli tiket travel aja harus gue buat. Yang harusnya berangkat H-2, malah H-1 karena gue lupa beli ya lord. Yaudahlah ya mungkin karena banyak pikiran ataupun apapun itu.

Dan ya, nulis ini pun gue masukin ke TODO list yang last modified nya 14h :))

Learning new Programming language!

Detailnya, bisa baca disini. Gue mendokumentasikan apa yang gue pelajari terkait Rust (beserta membagikan sumber kodenya) per-hari.

Maksud per-hari disitu bukan "setiap hari" ya, melainkan gue mendedikasikan "hari itu" khusus untuk mempelajari Rust, bukan yang lain.

Kenapa enggak setiap hari? Well, pertama, kerjaan gue tiap hari bukan cuma buat belajar Rust, ok? Understandable.

Kedua, gue masih bergantung dengan bahasa program yang udah "lumayan" gue kuasai, jadi, enggak mau cepat-cepat pindah dari situ.

Terakhir, konsisten itu sulit. Tapi, setiap Perubahan kecil membantu. Lebih baik moving fast slowly daripada moving fast fastly. Karena kalau sudah capek, biasanya kita memilih untuk keluar, bukan istirahat.

Ship concat.id!

Ya, project yang udah lama pernah gue bahas sama anak-anak evilfactorylabs akhirnya gue publish!

Publishnya cuma ke orang-orang yang baca blog gue aja. Sekarang gue mau coba menerapkan prinsip moving fast slowly diberbagai komponen. Moving fast slowly, growing fast organically.

Gue bener-bener mau fokus ke membangung true fans, yang benar-benar men-support dan peduli dengan yang gue kerjakan. Meskipun sangat sulit, tapi sekali lagi, gue suka tantangan.

Publishing Research!

Ini riset kecil-kecilan aja, terkait teknologi yang sedang "panas" di industri. Riset pertama sudah dipublish seputar React, riset kedua masih in progress seputar Svelte (sebagai spoiler).

Harapannya, hasil riset ini bisa menjadi 'rujukan' buat kamu yang ingin menggunakan teknologi tertentu, dari perspektif independen dan netral. Bukan dari sebagai advokat X atau Y, yang biasanya hanya membahas sisi 'baik' nya saja :))

Dipublish minimal tiap 2 minggu sekali, karena butuh waktu bro.

What I will do this month?

Gue akan fokus terlebih dahulu bekerja untuk & oleh sendiri. evilfactorylabs akan tetap & selalu ada, dan pekerjaan yang gue lakukan juga akan tetap & selalu dibawah payung evilfactorylabs.

Gue ada rencana untuk menjadikan evilfactorylabs menjadi organisasi 501(c)(3), tapi gue masih pelajari :)

Syaratnya, founder harus ada 3. Sekarang ada 2, gue dan rin. Butuh 1 orang lagi untuk bisa resmi (dan legal) menjadi organisasi 501(c)(3). Pengennya sih yang satu ini cewek, biar beragam gak hanya cowok mulu. Tapi gak apa-apa klo cowok juga, mungkin nanti bisa dijadiin ke board member aja yang ceweknya.

Klo kamu benar-benar ingin serius dengan evilfactorylabs, dan ingin mendedikasikan waktumu ke evilfactorylabs, go contact me.

Selagi mempersiapkan ini, gue fokus nulis-nulis di blog evilfactorylabs yang bernama the tinkerer.


Ada satu hal yang ingin gue bahas, masalah asmara.

Ah shit, he we go again.

Bulan ini (Oktober), kacau banget masalah asmara. Orang yang gue kejar ternyata sudah tunangan, tapi yaudahlah yang penting bahagia. Belum ada rencana move on, belum ada waktu, masih sibuk ngurusin karir wakakaka anjir.

Untuk mengobati hati ini (huhu), gue akan mengurangi melihat kabar dari dia. But why lagi menghindar-menghindarnya, malah datang. Yaudahlah ya namanya juga hidup.

OK sekarang mau lanjut nganggur lagi, main-main lah ke halaman ini buat bantu aing move on!

Thanks sudah mampir.