Semoga

Semoga adalah kata untuk suatu pengharapan. "Semoga lekas sembuh", "Semoga sukses", "Semoga samawa", dsb.

Semoga

Semoga adalah kata untuk suatu pengharapan. "Semoga lekas sembuh", "Semoga sukses", "Semoga samawa", dsb.

Entah kenapa gue nganggep kata semoga ini kesannya lebih ke pesimis, meskipun kita semua tau bahwa kita yang merencanakan tuhan menentukan. Dan jika bila tidak menambahkan kata "semoga", kesannya malah seperti sombong. Seakan-akan apa yang diucapkan bakal terjadi.

"Lekas sembuh ya", "Sukses ya", "Samawa ya".

Loh, bukankah kita menambahkan kata "semoga" juga karea kita berharap apa yang kita semogakan tersebut tercapai, bukan?

Kita merencanakan, tuhan menentukan.

Entah mengucapkan semoga atau tidak, gue rasa dua-dua nya sama-sama mengetahui tentang kalimat sebelum paragraf ini.

Yang gue dapet, perbedaannya cuma di eksplisitas. Dengan semoga, kita meng-eksplisitkan suatu pengharapan. Begitupula sebaliknya. Entah menggunakan semoga atau tidak, kita sama-sama berharap.

Kita sama-sama sadar, bahwa kita lemah karena yang maha kuat adalah tuhan.

Kita sama-sama sadar, bahwa kita hanya bisa merencanakan karena tuhan-lah yang akan menentukan.

Tapi ada satu faktor yang menjadi suatu penentuan: Ikhtiar kita. Usaha kita.

Perkataan baik itu "Semoga lekas sembuh ya" ataupun "Samawa ya" tidak akan terwujud bila misalnya kita tidak ada usaha untuk sembuh ataupun untuk bisa membangun keluarga yang samawa.

Karena doa adalah doa, "Semoga tuhan mengampuni dosa-dosaku" kalau terus berbuat dosa, ya kesannya seperti "Semoga gue gak sakit" tapi menjalani hidup gak sehat. Begitupula dengan kata "Gue gak sakit" ketika meyakini diri sendiri saat menjalani hidup yang gak sehat.

Fyi gue gak sakit, I'm pretty okay. Cuma buat contoh aja.

Gue selalu menghindari kata semoga kepada orang lain sebisa mungkin, gue buat agar seakan-akan dia optimis (pasti) bisa melakukannya. Untuk bisa atau tidaknya, itu urusan nanti.

Yang penting, doa dulu; Usaha dulu, ikhtiar dulu, tawakkal dulu.

DUIT dulu. Do it dulu.

Kemungkinan buruk yang tidak kita harapkan, tidak akan terjadi kalau kita tidak membuat kemungkinan tersebut terjadi. Tapi jangan lupa, apalagi sombong, kita hanyalah manusia. Karena kita adalah milik-Nya.

Terima kasih telah membaca, semoga harimu harimu pasti menyenangkan!