Tentang Microblogging

Satu-satunya media sosial yang gue pakai adalah Twitter, karena gue bingung juga ingin menggunakan sosial media yang lain. Alternatif lain dari Twitter adalah–yang paling terkenal–Mastodon, sebuah sosial media seperti Twitter namun menggunakan sistem "federation" yang singkatnya, setiap orang bisa menjalankan "Mastodon nya sendiri" namun tetap bisa berkomunikasi dengan "Mastodon lainnya".

Sayangnya, pengguna Mastodon di Indonesia–khususnya di lingkaran gue–masih sedikit, percuma dong menggunakan sosial media tapi bagian "sosial" nya gak ada?

Twitter tempat yang cocok untuk microblogging. Meskipun hanya 280 karakter, tapi kita bisa membuatnya menjadi "terasa" lebih dari 280 karakter dengan menjadikannya sebuah thread.

Gue gak ada masalah (khususnya masalah idelogi) di Twitter, dan orang-orang yang gue ikuti di Twitter pun rata-rata orang-orang yang benar-benar ikut andil dalam hidup gue.

Tapi ada satu yang paling gue males sekarang: Identitas Twitter sebagai sosial media mulai hilang. Ya, semenjak para "perusahaan" menggunakannya untuk menjalankan bisnisnya.

Meskipun bukan masalah yang gede-gede amat, pengguna Twitter <~ 2014 pasti merasakan bagaimana tagline Twitter yakni "What's Happening?" benar-benar terasa.

Terlebih, "orang-orang Instagram" pun–yang notabene nya you know lah–bermain Twitter juga entah sebagai "funneling" atau murni ingin bersosial media. Gue gak ada wewenang untuk mengkategorikan pengguna Twitter, Twitter harusnya blablabla dan sebagainya, namun sebagai pengguna–its been ~10 years & (probably) still counting–merasa "beda" dengan lingkungan sekarang.

Keunikan Twitter yang gue rasa dulu sudah mulai berkurang, atau bahkan tidak ada. Yang maksudnya: Apa bedanya dengan sosial media yang lainnya?

That unrelated-whats-happening things.

Kamu habis menulis blog? Cool, bagikan ke Twitter! Habis membaca sesuatu yang menarik? Great, bagikan ke Twitter! Sedang berada di luar kota? Nice, bagikan ke Twitter!

That was what's happening is.

Gue males melihat tweet-tweet yang gak berkaitan dengan "What's Happening". Mungkin jawabannya sesederhana "Tinggal mute! Atau blokir!", tapi itu bukan solusi. Itu cuma menghindar.

Sejujurnya skeptis sama akun-akun dari suatu perusahaan yang katanya ingin meng-edukasi rakyat indo dalam finansial, akun-akun on-demand service (yang gue yakin sebenernya tujuannya cuma buat "customer support"), dan akun-akun lainnya yang tidak membagikan "What's happening?" dalam berbagai level.

Dan gue sudah merasa Twitter bukanlah lagi tempat yang gue butuh. Dan sayangnya, gue belum menemukan tempat yang lebih indah dan asik selain Twitter. Serius, bahkan gue gak pernah ngeluh (dan enggak block) terhadap iklan yang ada di Twitter.

Gue enggak terlalu peduli sama following gue di Twitter, karena rata-rata mereka adalah teman-teman gue di dunia nyata, dan teman-teman gue yang berada di "platform lain" yang gue gunakan juga. Yang maksudnya, meskipun gue enggak menggunakan Twitter pun, gue masih bisa "bersosial" dengan mereka.

Atensi

Gue rasa mencari & memberi atensi kepada orang lain adalah hal yang wajar untuk manusia. Terlebih untuk orang-orang yang jauh dari keluarga, yang maksudnya tidak mendapatkan perhatian langsung dari keluarga, sehingga kita mencari entitas lain untuk menyalurkan kebutuhan kita seputar atensi.

Atensi bukanlah sesuatu yang gratis, karena time is money. Kamu cari perhatian ataupun memberikan perhatian terhadap apapun itu di– misal di Instagram selama 4 jam sehari–dan dalam 4 jam tersebut kamu sudah melihat 8 iklan misalnya. Yang artinya, kamu sudah membayar kepada Instagram untuk bisa menggunakan layanan Instagram tersebut, dengan 4 jam kamu yang kamu berikan kepada Instagram.

Maksud dari bagian ini, gue cuma ingin memperjelas bahwa mencari & memberi atensi menurut gue adalah hal yang wajar, bukan sesuatu yang buruk; Apalagi menjadi aib.

Tinggal kembali lagi kepada diri kita masing-masing, tentang apa yang kita bagikan dan dampak apa yang sekiranya yang akan terjadi terhadap apa yang kita bagikan tersebut.

The alternatives

Gue mencoba melakukan microblogging via Telegram Channel, setelah melihat channel nya Durov (founder Telegram). Durov membagikan seputar "What's happening?" baik tentang kehidupannya ataupun tentang Telegram, dan gue tertarik untuk melakukannya juga.

Telegram channel bisa di set menjadi public, bisa di subscribe (following-followers thing you know), dan bisa membagikan tulisan lebih dari 280 karakter, berikut dengan gambar ataupun video.

Dan gue rasa, Telegram channel ini alternatif yang pas untuk Twitter. Ini channel milik gue yang mana gue membagikan hal-hal yang biasanya gue bagikan di Twitter. Its fun, doesn't need any registration (if you have Telegram account previously), but quiet.

That's why I'm writing this post :)

Let's do this.

Kamu punya akun Telegram, yang kamu lakukan setelahnya adalah membuat channel. Dan set visibilitas channel menjadi publik bila channel kamu ingin bisa diakses oleh siapapun (dengan cara men-set URL channel kamu).

Lalu, tinggal lakukan apa yang biasa kamu lakukan di Twitter misalnya! Sama seperti kondisi ketika kamu belum mengikuti (ataupun diikuti) oleh siapa-siapa: Its pretty boring. Maka dari itu, kasih tau dunia kalau kamu punya telegram channel! (including me, ok?)

Jika gue kenal (atau tau) lo, pasti akan gue subscribe (follow). Karena gue ingin tau seputar "What's happening?" dari diri lo, entah shitpost; Video, link, artikel yang habis dibaca, apapun. Gue peduli dan ingin tau tentang itu.

Cara berinteraksinya pun kurang lebih sama dengan yang biasa lo lakukan di Twitter:

  • Retweet (Just forward to your channel, right?)
  • Subtweet (Forward to your channel + with some content)
  • Comment (Forward to author + some content/your comment)
  • Like (Forward to your channel + tell it that you love it :))

Bener gak?

Go try it! Gak perlu bikin akun-akun lagi, karena kamu sudah punya akun Telegram! Jangan lupa untuk kasih tau dunia seputar channel mu, and enjoy microblogging without worrying to stats, ads, related tweet, whatever.

Ini milikku, feels free to subscribe it if you want to getting notified when I updated something. Also, you can snooze my notification in case I'm microblogging too much as usual 🤣

Thanks for reading this, selamat istirahat besok senin brow.