Terima kasih, pentraktir

published at jarang-jarang nih bingung nulis excerpt

Oke gue ga ada ide apa sebutannya buat orang-orang yang sudah men-traktir gue di trakteer.id, jadi mari kita gunakan pentraktir aja karena why not.

Setelah sekian bulan (atau mungkin tahun?) gue menawarkan 'cara' untuk ehm mendukung apa yang gue kerjakan, gue lumayan puas dengan kontribusi yang diberikan oleh para pembaca dari blog goblok ini. Kontribusi tersebut membantu gue untuk membayar server di Linode $5/bulan untuk menjalankan blog ini.

Total traktiran yang terkumpul sampai detik ini adalah 893.900 IDR yang kurang lebih adalah $63,70 bila berpacu pada nilai kurs sekarang ($1=14,033.10 IDR), yang berarti sudah menutup biaya server selama 1 tahun lebih!

Terima kasih banyak teman-teman 🥰🥰

Hari ini gue ingin menutup traktiran pribadi gue. Bukan karena gue udah berhenti blogging—sepertinya sebuah keputusan yang tidak mungkin hahaha—melainkan karena blog ini sekarang sudah di host (udah lumayan lama sih) di Raspberry Pi gue, jadi, mungkin, gue sudah tidak ada beban untuk membayar *server *lagi hanya untuk menjalankan blog ini :))

Dan semua CTA atau apapun itu yang mengarah ke aksi untuk mentraktir gue, dalam waktu dekat akan dihilangkan. Semoga gak mager hehe.

Jadi, fariz udah gak butuh duit, nih?

Tentu masih butuh, hahaha.

Kalau lo memang masih ingin membantu fariz secara finansial, lo bisa salurin traktiran tersebut ke evilfactorylabs, karena gue salah satu anggota dari partai itu juga. Kalau ke evilfactorylabs sebenarnya duitnya lebih jelas bakal disalurin kemana, soalnya tu partai:

Sudah menjadi rahasia umum kalau gue orang yang paling brisik di partai itu, jadi, pada dasarnya, ketika ada traktiran ke evilfactorylabs, beberapa persen nya pun akan masuk ke kantor gue hahaha.

Oke mungkin sampe 90%, karena biaya operasional pakai kartu kredit dan debit gue.

Total biaya bulanan untuk menjalankan apa yang dijalankan si partai sekitar $2o, untuk:

Mungkin gue akan mempertimbangkan ulang buat yang sponsor, tapi sejauh ini duit $20 mah gak seberapa dengan budget ngopi gue seminggu laa hahaha.

But you said hidup dari blogging?

Ya, dan gue masih percaya dengan itu. Maksudnya gue masih percaya yang mungkin gue bisa hidup dari blogging, walaupun sejauh ini yang menghidupi gue adalah dari menulis kode.

Gue ada rencana untuk bikin another blog (again, riz?) tapi khusus subscribers gitu. Gue orangnya anti paywall dan anti ekslusivitas, dan gue secara pribadi gak akan pernah mendukung dan menerapkan itu.

Jadi, strateginya mirip-mirip produk Open Source yang lagi naik daun. Kalau ngambil contoh yang lebih konkrit, mungkin kayak lwn dan stratechery walau kejauhan hahaha. Yang intinya, beberapa mungkin akan bisa diakses oleh umum, entah setelah melewati sekian waktu atau setelah melalui beberapa suntingan :))

Blog nya pun *niche *banget, dan gue rasa bukan untuk semua orang khususnya yang sering mampir ke blog gue. Membuatnya menjadi 'subscribers only' setidaknya membuat gue lebih sedikit *confident *dan tenang, dengan keyakinan: kalau memang si subscriber masih subscribe ke blog gue yang itu, berarti konten-konten nya memang cocok untuk dia.

Sebagai bocoran, blog yg satu lagi itu sama sekali tidak akan membahas hal teknis sebagaimana yang pernah dijumpai disini. Entahlah, gue merasa sedikit kurang percaya diri dan kadang merasa gelisah ketika gue membahas hal-hal yang mungkin bersifat pribadi di blog ini, meskipun gue memiliki tujuan & motivasi tersendiri kenapa gue terbitkan itu tulisan.

Anggap blog itu seperti ditulis oleh seorang Fariz yang bukan seorang Software Engineer apalagi anak IT. Yang intinya gue masih membahas tentang apa yang gue pikirkan, namun lebih ter-segmentasi dan pribadi seperti tentang kehidupan; pekerjaan, hubungan, dan keuangan.

Dan seperti biasa, gue tidak memiliki jadwal rutin untuk menulis karena pekerjaan gue bukanlah seorang penulis. Yang gue yakin, dalam 1 bulan setidaknya terbit 4 tulisan lah.

Penutup

Blog yang gue bicarakan tadi bisa dianggap sebagai gerbang antara kehidupan gue di internet dengan kehidupan gue secara pribadi. Gue sebisa mungkin untuk menghindari menulis hal-hal yang sangat pribadi disini karena alasan ketidak-percaya-diri-an dan pastinya keresahan.

...kalau karena terkait privasi mah gak perlu dijelaskan lagi lah ya.

Nah dengan membuatnya menjadi "subscribers-only" setidaknya gue menjadi lebih sedikit tenang, karena:

Oke cukup sekian curhatan pada malam ini, sekali lagi terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan waktunya untuk mampir ke blog ini dan sudah menyisihkan uang jajannya untuk saya, shout out to kang MiftahMizwar, mang Mohamad Radisha, pak AdiatmaKamarudin, DimasAdi, mbak Kiki, Kafin Salim, AnugrahRamadhan, Afwa BagasWahuda, GrikoNibras, pak Ari Pribadi, kak SatyaKresna, mas NusendraHanggarawan dan juga beberapa pentraktir yang memilih untuk anonim.

Berapapun nominalnya, benar-benar sangat membantu. Semoga terus dilancarkan rezekinya, ya!

Sebagai kalimat penutup, semoga tidak menyesal pernah men-traktir saya. Dan jika menyesal, please let me know. Tapi daripada refund, gimana kalau gue traktir kopi aja? Hahaha.

Oke folks, see you in another blog! Tentu saja gue masih menulis juga di blog ini, tapi mungkin tidak membagikan hal-hal yang bersifat lumayan pribadi menurut gue.

Thankiesss ❤

—faultable