Terima kasih

Tentang penganggapan, apresiasi, dan menghargai.

Terima kasih

"Terima kasih" adalah dua kalimat yang sangat singkat, mudah diucapkan, dan tidak membuat rugi.

Namun, memberikan dampak yang sangat berarti.

Berterima kasih bukan selalu tentang mengungkapkan sesuatu kepada seseorang karena dia telah melakukan sesuatu untuk kita. Melainkan, tentang sebuah apresiasi. Tentang sebuah penganggapan. Tentang menghargai apa yang telah dia kerjakan.

Kamu pesan kopi di salah satu warung kopi, lalu ada pelayan yang mengantarkan kopimu tersebut. Kamu mengucapkan "terima kasih", yang kamu anggap sebagai bentuk "balasan" karena telah diantarkan oleh pelayan tersebut.

Namun mungkin yang dirasakan oleh orang tersebut berbeda. Mengantarkan kopi membutuhkan tenaga, juga kehati-hatian. Dan kamu, mengapresiasi tenaga & kehatian-hatian tersebut, kamu menganggap bahwasannya kopi yang ada di meja kamu sekarang adalah hasil usaha orang tersebut, dan menghargai apa yang telah dia kerjakan.

Terlebih, bukan hanya kamu saja yang harus diantarkan kopinya. Mungkin ada 30 orang lagi, bulak-balik sana-sini dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Terkadang kita memang kurang menghargai hal-hal, usaha, dan pencapaian yang kecil. Karena menurut kita, yang patut, pantas, dan harus dihargai adalah hal-hal yang sifatnya besar.

Masuk perguruan tinggi favorit, keterima di perusahaan impian, dsb.

Sedangkan seringkali kita kurang meng-apresiasi hal-hal kecil, seperti, sesederhana kamu hari ini minum 3 liter. Kamu hari ini berjalan selama 5 KM. Kamu hari ini merokok lebih sedikit dari biasanya. Dan sebagainya.

Karena, well, itu sepele. Beda dengan perjuangan ketika ingin masuk perguruan tinggi favorit.

Padahal, bagaimanapun, kita harus mengapresiasi sesuatu yang entah kecil maupun besar. Entah sepele ataupun sangat penting. Selagi ada yang harus dikeluarkan–waktu, tenaga, harta–kita harus mengapresiasinya.

Bahwa kamu telah berjuang, telah mengorbankan sesuatu, telah bergerak.

Dan sekarang, terima kasihlah pada dirimu sendiri. Kamu masih diberi nikmat untuk bisa bernafas, melihat, mendengar, merasakan, dsb. Hal tersebut mungkin terlihat sepele, sampai kamu melihat seseorang yang kurang beruntung tidak memiliki nikmat yang kamu miliki saat ini.

Entah untuk dirimu sendiri ataupun orang lain, untuk hal yang sepele mupun besar, berterima kasih adalah sesuatu yang tidak membuat rugi sepeserpun. Berterima-kasih adalah tentang menghargai sesuatu, tentang membuka diri kita terhadap orang lain, dan satu lagi, tentang bersyukur.

Waktumu berharga, dan kamu telah meluangkan waktumu untuk membaca sampai ini, terima kasih untukmu.

Dan untukku.

Tulisan tidak ada artinya bila tidak ada yang baca, dan meskipun tidak ada satu orangpun yang membaca tulisan, setidaknya ada satu orang yang membacanya: Dirimu sendiri, sang penulis.

Selamat tidur, nikmati istirahatmu!